STRATEGI PELATIHAN DEBAT BAHASA ARAB DENGAN SISTEM ASEAN PARLEMENTARY UNTUK PERSIAPAN LOMBA BAGI ANGGOTA HMPS PBA IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN
Keywords:
Strategi Pelatihan, Debat Bahasa Arab, Sistem ASEAN Parlementary, Lomba Debat Bahasa Arab.Abstract
Debat bahasa Arab merupakan salah satu bentuk pengembangan keterampilan berbahasa yang menuntut penguasaan empat maharah (istima’, kalam, qira’ah, dan kitabah) secara terpadu, terutama keterampilan berbicara dan berpikir kritis. Salah satu format debat yang mulai banyak digunakan dalam kompetisi adalah sistem ASEAN Parliamentary (AP), yang menekankan struktur argumentasi, kerja tim, dan kemampuan analisis isu secara mendalam. Artikel ini membahas secara komprehensif konsep debat bahasa Arab, karakteristik sistem ASEAN Parliamentary, urgensi pelatihan debat bahasa Arab dengan sistem tersebut, strategi pelaksanaan pelatihan, tahapan pembinaan peserta lomba Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan (action research). Desain penelitian yang diterapkan adalah model Participatory Action Research (PAR), di mana peneliti tidak hanya bertindak sebagai pengamat, tetapi juga sebagai fasilitator yang terlibat langsung dalam proses peningkatan keterampilan debat anggota HMPS Pendidikan Bahasa Arab (PBA) IAI Al-Khairat. Hasil Peneletian ini menunjukkan : strategi pelatihan yang berjenjang—dari tahap dasar, menengah, hingga lanjut—dapat menjadi landasan yang kuat bagi mahasiswa IAI Al-Khairat untuk berprestasi di lomba. Tahap dasar yang fokus pada penguatan kemampuan bahasa Arab dan pengenalan konsep debat sistem ASEAN Parliamentary memberikan pondasi yang kokoh. Tahap menengah dengan simulasi lomba dan pengembangan teknik refutasi memperkaya pengalaman praktis, sementara tahap lanjut dengan analisis profil pesaing dan persiapan mental membantu mahasiswa menghadapi tekanan kompetisi tingkat regional maupun nasional. Pendekatan yang menggabungkan teori, praktik, dan pemanfaatan sumber daya internal kampus (seperti dosen ahli dan ajaran keislaman sebagai dasar argumen) menjadi keunggulan tersendiri yang selaras dengan karakteristik IAI Al-Khairat sebagai institusi berbasis pesantren.
References
Akhyar Hanif. (2017). Studi Terhadap Kosa Kata Bahasa Arab Dalam Bahasa Minangkabau. Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab, 1(2).
Aliyah, S. A., & Hidayanti, P. N. Y. (2024). Meningkatkan Kepercayaan Diri Dalam Maharatul Kalam Melalui Debat Bahasa Arab. AL-WARAQAH Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5(2). https://doi.org/10.30863/awrq.v5i2.4007
Fachrudin, A. A. (2021). Linguistik Arab: Pengantar Sejarah dan Mazhab. Diva Press, Yogyakarta.
Hasdiana, U. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. In Analytical Biochemistry (Vol. 11, Number 1).
Mimi jamilah. (2024). Quo Vadis Pendidikan Bahasa Arab Di Indonesia Antara Tantangan Dan Prospek Kedepan. Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan Dan Kebudayaan, 2(2). https://doi.org/10.59031/jkppk.v2i2.624
Mustofa, A., & Moh. Abdul Kholiq Hasan. (2023). Peran Bahasa Arab dalam Pendidikan Islam di Ma’had Aly Ar-Rasyid Wonogiri: Tinjauan Terhadap Pembelajaran Bahasa Arab sebagai Media Akses Ilmu Agama. Tatsqifiy: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 4(2). https://doi.org/10.30997/tjpba.v4i2.8642
Muttaqien, A. (2020). Strategi Pelatihan Debat Bahasa Arab bagi Mahasiswa Komunitas Al- Kindy di Pusat Ma ’ had Al Jami ’ ah. Journal Mistar, 1(1).
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. In Penerbit Alfabeta. https://doi.org/WWW.cvalfabeta.com
Triningsih, W. (2012). Bahasa Arab Bahasa AL-Qur’an. Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sorong, Papua Barat, Indonesia Jurusan Dakwah Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam.
سيديواتي, أ. (2017). Idiom dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris (Analisis Kontrastif). “Idiom Dalam Bahasa Arab Dan Bahasa Inggris.”



