STRATEGI PERSUASI DALAM WACANA BAHASA ARAB KONTEMPORER DI MEDIA DIGITAL : KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS

Authors

  • Rafi’atun Najah Qomariah STIT Darul Hijrah Martapura, Indonesia
  • Yuliyana UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia
  • Fathimatuz Zahra UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia
  • Rifqah Ulfah UIN Antasari Banjarmasin, Indonesia

Keywords:

Analisis wacana kritis, bahasa Arab digital, strategi persuasi, Van Dijk, Al-Jazeera, khutbah Arafah.

Abstract

Media digital telah menjadi arena utama produksi dan distribusi wacana bahasa Arab kontemporer. Platform seperti Al-Jazeera tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga wahana pembentukan opini, identitas, dan ideologi melalui strategi kebahasaan yang terencana. Penelitian ini mengkaji strategi persuasi dalam tiga genre wacana bahasa Arab kontemporer : (1) wacana opini psikologi sosial media digital (artikel Al-Jazeera "الثناء الكاذب وصناعة الأنا"); (2) wacana analisis fenomena digital (artikel Al-Jazeera "كيف يصنع المؤثرون وعينا في عصر الخوارزميات؟"); dan (3) wacana keagamaan formal (Khutbah Arafah 1447H Syekh Ali Al-Hudzaifi). Dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. Van Dijk yang mencakup struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro, penelitian ini mengidentifikasi pola strategi persuasi yang beroperasi lintas genre dalam ekosistem wacana Arab kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga genre menggunakan strategi persuasi yang berbeda namun saling melengkapi : wacana opini psikologi memanfaatkan metafora kognitif dan analisis identitas diri ; wacana analisis digital menggunakan leksikon kekuasaan dan pertanyaan retoris kritis ; serta wacana keagamaan formal memanfaatkan sintaksis taukid, polysyndeton, dan otoritas Al-Quran. Temuan ini mengindikasikan bahwa bahasa Arab fusha di ruang digital dan formal bukan medium netral, melainkan arena kontestasi makna, identitas, dan kekuasaan yang bekerja melalui strategi kebahasaan yang halus dan sistematis.

References

Aburqayiq, A. M. H. (2025). Code-mixing between Arabic and English among Jordanians on social media.

Ahmadi, A. (2025). Developing Arabic Language Content on TikTok and Instagram: Educational Opportunities for the Digital Native Generation. Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 8(2), 582–592. https://doi.org/10.35931/am.v8i2.5373

Alhaythami, R. A. A., & Shoaib, A. (2026). A Multimodal Critical Discourse Analysis of @VisitSaudi.ar’s Arabic Instagram Posts. International Journal of Linguistics and Translation Studies, 7(1), 111–135. https://doi.org/10.36892/ijlts.v7i1.687

Badawi, E.-S. M. (1973). Mustawayāt al-ʻArabīyah al-muʻāṣirah fī Miṣr: Baḥth fī ʻalāqat al-lughah bi-al-ḥaḍārah. Dār al-Maʻārif.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE.

Ella, S. A., Muttaqin, N. A., & Baehaqie, I. (2024). Analisis Wacana Kritis Model Teun A. van Dijk pada Surat Kabar Online Kompas dengan Tajuk “Guru Dijejali Beragam Aplikasi Pendidikan”. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 10(2), 2396–2408. https://doi.org/10.30605/onoma.v10i2.3549

Eriyanto. (2001). Analisis Wacana ; Pengantar Analisis Teks Media: Komunikasi. Lkis Pelangi Aksara.

Fairclough, N. (1993). Discourse and Social Change. Wiley.

Ferguson, C. A. (1959). Diglossia. WORD, 15(2), 325–340. https://doi.org/10.1080/00437956.1959.11659702

Fishman, J. A. (1967). Bilingualism With and Without Diglossia; Diglossia With and Without Bilingualism. Journal of Social Issues, 23(2), 29–38. https://doi.org/10.1111/j.1540-4560.1967.tb00573.x

Hassan, T. (2009). Al Lughah al ’Arabiyah: Ma’naha wa Mabnaha (6th edn). ’Alam al Kutub. (Kairo). //e-library.unsuri.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D799

Horoub, I. (2022). Persuasion, Media Discourse, and Image Making; Critical Discourse Analysis of Arab Gulf Media. Advances in Sciences and Humanities, 8(1), 12–21. https://doi.org/10.11648/j.ash.20220801.13

Kusumawati, H., Adriana, I., & Romadhon, S. (2025). Fenomena Bilingualisme dan Diglosia pada Masyarakat Tutur Keturunan Arab di Kampung Arab Kota Pamekasan. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Metalingua, 10(2), 121–134. https://doi.org/10.21107/metalingua.v10i2.31741

Lakoff, G., & Johnson, M. (2008). Metaphors We Live By. University of Chicago Press.

Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.

Oweini, A., Awada, G., & Kaissi, F. (2020). Effects of Diglossia on Classical Arabic: Language Developments in Bilingual Learners. GEMA Online Journal of Language Studies, 20, 188–202. https://doi.org/10.17576/gema-2020-2002-11

Sarkhoh, N., & KhosraviNik, M. (2020). Social media discourses of Arabism and the negotiation of Self in the Middle East. World Englishes, 39(4), 609–622. https://doi.org/10.1111/weng.12502

van Dijk, T. A. (1993). Principles of Critical Discourse Analysis. Discourse & Society, 4(2), 249–283. https://doi.org/10.1177/0957926593004002006

Yoyo, Y., Mukhlis, A., Thonthowi, T., & Ferawati, F. (2020). HIGH VARIETY VS LOW VARIETY CULTURE IN THE ARABIC LANGUAGE: THE TENSIONS BETWEEN FUSHí‚ AND ‘í‚MIYYA IN THE CONTEMPORARY ARAB WORLD. Arabi : Journal of Arabic Studies, 5(1), 25–32. https://doi.org/10.24865/ajas.v5i1.195

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Rafi’atun Najah Qomariah, Yuliyana, Fathimatuz Zahra, & Rifqah Ulfah. (2026). STRATEGI PERSUASI DALAM WACANA BAHASA ARAB KONTEMPORER DI MEDIA DIGITAL : KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS. Amany : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 2(2). Retrieved from https://jurnalalkhairat.org/ojs/index.php/amany/article/view/2300