PERAN IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR DALAM HUBUNGAN DIGITAL FINANCIAL LITERACY, HEDONIC LIFESTYLE, DAN SELF-CONTROL DENGAN FINANCIAL WELL-BEING PADA GENERASI Z PENGGUNA PAYLATER

Authors

  • Mukhammad Ali Saputra Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Yudharta Pasuruan
  • Any Urwatul Wusko Program Studi Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Yudharta Pasuruan

Keywords:

Digital Financial Literacy; Hedonic Lifestyle; Self-Control; Impulsive Buying Behavior; Financial Well-Being; PayLater.

Abstract

Ekspansi layanan keuangan berbasis digital telah mengubah cara generasi muda melakukan transaksi dan memenuhi kebutuhan konsumsi. PayLater menjadi salah satu fasilitas yang menawarkan fleksibilitas pembayaran, tetapi kemudahan tersebut juga dapat berkaitan dengan cara individu mengambil keputusan pembelian dan mengelola kondisi finansial. Penelitian ini menguji hubungan Digital Financial Literacy, Hedonic Lifestyle, dan Self-Control terhadap Impulsive Buying Behavior serta Financial Well-Being, sekaligus menilai apakah Impulsive Buying Behavior dapat menjadi mekanisme penghubung antara ketiga prediktor tersebut dan Financial Well-Being. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling terhadap 385 Generasi Z pengguna PayLater yang berdomisili di Kota Pasuruan. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Digital Financial Literacy, Hedonic Lifestyle, dan Self-Control berpengaruh positif dan signifikan terhadap Impulsive Buying Behavior. Ketiga variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Financial Well-Being. Sebaliknya, Impulsive Buying Behavior tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap Financial Well-Being. Pengujian pengaruh tidak langsung juga menunjukkan bahwa Impulsive Buying Behavior belum mampu memediasi hubungan Digital Financial Literacy, Hedonic Lifestyle, maupun Self-Control dengan Financial Well-Being. Model menjelaskan 66,7% variasi Impulsive Buying Behavior dan 52,6% variasi Financial Well-Being. Temuan ini menegaskan bahwa faktor kemampuan finansial dan pengendalian diri mempunyai hubungan yang lebih langsung dengan kesejahteraan finansial dibandingkan jalur yang bekerja melalui perilaku pembelian impulsif.

References

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational behavior and human decision processes, 50(2), 179-211.

Ajzen, I. 1987. Attitudes, traits, and actions: Dispositional prediction of behavior in personality and social psychology. In L. Berkowitz (Ed), Advances in experimental social psychology, New York: Academic Press, Vol. 20, pp. 1-63.

Akhtar, F., dkk. (2023). Financial Technology and Consumer Behavior in Emerging Markets.

Al-Ichwani, A., & Rahayu, R. (2025). Pengaruh financial literacy terhadap impulsive buying behavior pada pengguna layanan keuangan digital. (Sesuaikan dengan data bibliografi lengkap yang Anda gunakan pada Bab II).

Arnold, M. J., & Reynolds, K. E. (2003). Hedonic shopping motivations. Journal of Retailing, 79(2), 77–95.

Arnould, E. J., & Thompson, C. J. (2005). Consumer Culture Theory (CCT). Journal of Consumer Research, 31(4), 868–882.

Averill, J. R. (1973). Personal control over aversive stimuli and its relationship to stress. Psychological Bulletin, 80(4), 286–303.

Baumeister, R. F. (2002). Yielding to Temptation: Self Control Failure, Impulsive Purchasing, and Consumer Behavior. Journal of Consumer Research.

Choung, Y., David, P., & Ross, M. (2023). Financial technology adoption, digital financial literacy, and consumer financial behavior. Journal of Consumer Affairs, 57(4), 1804–1832.

Consumer Financial Protection Bureau (CFPB). (2015). Financial Well Being: The goal of financial education. Washington, DC.

Ghozali, I., & Latan, H. (2020). Partial Least Squares: Konsep, Teknik dan Aplikasi Menggunakan SmartPLS 3.0 (Edisi 2). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gottfredson, M. R., & Hirschi, T. (1990). A General Theory of Crime. Stanford University Press.

Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2022). A Primer on Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). Sage Publications.

Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A New Criterion for Assessing Discriminant Validity in Variance-Based Structural Equation Modeling. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135.

Herdjiono, I., & Damanik, L. A. (2016). Pengaruh Financial Attitude, Financial Knowledge, Parental Income terhadap Financial Management Behavior. Jurnal Manajemen Teori dan Terapan, 9(3).

Hidayat, R., & Nurdin, N. (2020). Pengaruh literasi keuangan terhadap kesejahteraan keuangan masyarakat. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 15(2), 120–130.

Ida, & Dwinta, C. Y. (2010). Pengaruh Locus of Control, Financial Knowledge, Income terhadap Financial Management Behavior. Jurnal Bisnis dan Akuntansi, 12(3), 131–144.

Japarianto, E., & Sugiharto, S. (2011). Pengaruh shopping lifestyle dan fashion involvement terhadap impulse buying behavior masyarakat high income Surabaya. Jurnal Manajemen Pemasaran, 6(1), 32–41.

Juita, V., Pujani, V., Rahim, R., & Rahayu, R. (2023). Understanding Impulsive Buying Behaviour Among Buy Now Pay Later (BNPL) Users and Its Implication for Overconsumption and The Environment. Management Analysis Journal, 12(4), 433–440.

Kholilah, N. A., & Iramani, R. (2013). Studi financial management behavior pada masyarakat Surabaya. Journal of Business and Banking.

Kock, N. (2015). Common Method Bias in PLS-SEM: A Full Collinearity Assessment Approach. International Journal of e-Collaboration, 11(4), 1–10.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson Education.

Kredivo. (2024). Laporan Perilaku Pengguna PayLater Indonesia 2024.

Laily, N. (2016). Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Perilaku Mahasiswa dalam Mengelola Keuangan. Jurnal Pendidikan Akuntansi.

Lemeshow, S., Hosmer, D. W., Klar, J., & Lwanga, S. K. (1990). Adequacy of Sample Size in Health Studies. WHO.

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy: Theory and Evidence.

Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2014). The Economic Importance of Financial Literacy. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.

Morgan, P. J., & Trinh, L. Q. (2019). Determinants and Impacts of Financial Literacy in Cambodia and Viet Nam. Journal of Risk and Financial Management.

Morgan, P. J., Huang, B., & Trinh, L. Q. (2019). The need to promote Digital financial literacy for the digital age. ADB Institute Working Paper.

Muhidia, S. C. U. (n.d.). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Locus Of Control Terhadap Perilaku Keuangan Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik.

OECD. (2018). OECD/INFE Toolkit for Measuring Financial Literacy and Financial Inclusion. Paris: OECD Publishing.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2021). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021–2025. Jakarta: OJK.

Pratiwi, N., & Wibowo, A. (2021). Pengaruh Literasi Keuangan Digital terhadap Perilaku Keuangan Generasi Milenial. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia.

Purniawati, L., & Lutfi, L. (2017). Literasi keuangan dan pengaruhnya terhadap perilaku keuangan masyarakat. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 5(2), 45–54.

Putri, A., dkk. (2022). Generasi Z dan Adopsi Fintech: Perspektif Psikologi Ekonomi.

Putri, Kartika Vania. (2024). Pengaruh Financial Literacy, Self Control, Dan Income Terhadap Financial Well Being Pada Perempuan Pekerja Di Surabaya

Putri, N. M. D. R., & Rahyuda, H. (2017). Pengaruh Financial Literacy terhadap Financial Behavior dan Financial Well Being. E-Jurnal Manajemen Unud.

Rahmawati, D., & Nuryakin. (2020). Pengaruh Gaya Hidup Hedonis terhadap Perilaku Konsumtif pada Generasi Muda. Jurnal Manajemen dan Bisnis.

Ricciardi, V., & Simon, H. K. (2000). What is Behavioral Finance? Business, Education and Technology Journal, 2(2), 1–9.

Rook, D. W. (1987). The Buying Impulse. Journal of Consumer Research, 14(2), 189–199.

Sari, D., & Hermawati, A. (2020). Pengaruh Gaya Hidup dan Kontrol Diri terhadap Perilaku Pembelian Impulsif. Jurnal Manajemen.

Sari, R., dkk. (2021). Analisis Literasi Keuangan pada Masyarakat Kota Menengah.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Methods for Business: A Skill-Building Approach. Wiley.

Shefrin, H., & Thaler, R. H. (1988). The Behavioral Life-Cycle Hypothesis. Economic Inquiry, 26(4), 609–643.

Singarimbun, M., & Effendi, S. (2006). Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Solomon, M. R. (2018). Consumer Behavior: Buying, Having, and Being (12th ed.). Pearson..

Stern, H. (1962). The significance of impulse buying today. Journal of Marketing, 26(2), 59–62.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Verplanken, B., & Herabadi, A. (2001). Individual differences in impulse buying tendency. European Journal of Personality, 15(S1), S71–S83.

Widiastuti, C. T., & Sumastuti, E. (2024). Financial literacy, usage of pay-later services, and impulse buying: The mediating role of shopping habits. Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship, 11(2), 479–493.

Xiao, J. J. (2008). Applying Behavior Theories to Financial Behavior. Springer.

Yolanda, Anastasia & Cicilia Larasati Rembulan. (2022). Hubungan Antara Impulsive buying Dengan Financial Well Being Pada Wanita Early Career.

Downloads

Published

2026-08-28

How to Cite

Ali Saputra, M., & Urwatul Wusko, A. (2026). PERAN IMPULSIVE BUYING BEHAVIOR DALAM HUBUNGAN DIGITAL FINANCIAL LITERACY, HEDONIC LIFESTYLE, DAN SELF-CONTROL DENGAN FINANCIAL WELL-BEING PADA GENERASI Z PENGGUNA PAYLATER. Currency (Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah) , 4(2), 587–606. Retrieved from https://jurnalalkhairat.org/ojs/index.php/currency/article/view/2393

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.