Tafsir Ekologis dan Antropologis Pada Ayat-ayat Larangan Merusak Alam
Keywords:
tafsir ekologis, antropologi, fasād, mīzān, lingkungan, Al-Qur’an.Abstract
Krisis lingkungan global menuntut reinterpretasi ajaran keagamaan yang relevan dengan isu ekologis kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis ayat-ayat larangan merusak alam dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Ar-Rūm: 41 dan QS. Al-A‘rāf: 56, melalui pendekatan tafsir ekologis dan antropologis. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (mawḍū‘ī). Analisis dilakukan melalui tiga tahap: kajian semantik terhadap konsep fasād dan mīzān, komparasi tafsir klasik dan kontemporer, serta konstruksi makna ekologis dalam kerangka etika lingkungan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep fasād tidak hanya merujuk pada kerusakan fisik seperti kekeringan dan degradasi lingkungan, tetapi juga mencakup dimensi moral dan spiritual akibat perilaku manusia. Tafsir ekologis menegaskan bahwa manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab menjaga keseimbangan alam dan menghindari eksploitasi berlebihan. Sementara itu, perspektif antropologis mengungkap bahwa kerusakan lingkungan berakar pada pola hidup materialistis, namun dapat diatasi melalui integrasi nilai-nilai agama dengan kearifan lokal. Penelitian ini menawarkan kontribusi berupa pendekatan integratif antara tafsir ekologis dan antropologis serta perumusan kerangka etika lingkungan Islam yang bersifat holistik. Dengan demikian, Al-Qur’an dapat diposisikan sebagai landasan teologis dan etis dalam membangun paradigma keberlanjutan yang kontekstual terhadap tantangan krisis ekologi modern.
References
Abidin, Ahmad Zainal, dan Fahmi Muhammad. “Tafsir Ekologis dan Problematika Lingkungan.” QOF: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 1 (2020).
Arauf, Muta’ali. “Ecological View from The Perspective of Quranic Verses.” International Journal of Social Science and Religion (2021).
Baghawi, Muhammad Husain bin Mas‘ud al-Farra’. Ma‘ālim al-Tanzīl fī al-Tafsīr wa al-Ta’wīl. Juz 4. Beirut: Dār al-Fikr, t.t.
Bazikh, Moh. Rofqil. “Ecotheological Exegesis: A Study of Indonesian Women’s Ulema Congress Opinion.” Al-‘Allāmah: Journal of Scriptures and Ulama Studies (2024).
Firmansyah, A., Y. Nugraheni, M. Wisanto, dan S. Asih. “Sustainability Sistem Ekologi Bumi: Tafsir Klasik dan Kontemporer Surat Ar-Rum Ayat 41.” Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner (2023). https://doi.org/10.59944/amorti.v2i3.108.
Gani, Fahima, N. Amaliya, dan A. Dardirie. “Ecological Interpretation: Analysis of Qur’anic Verses on the Environment from a Contemporary Interpretation Perspective.” Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format (2025). https://doi.org/10.52970/grmilf.v5i2.1676.
Hamka. Tafsir al-Azhar. Jilid 7. Jakarta: Pustaka Panjimas, t.t.
Hijroh Mukhlis, Febri. “Paradigma Ekologis dalam Tafsir al-Qur’an.” QOF (2022).
Ibnu Mandzur. Lisān al-‘Arab. Kairo: Dār al-Ma‘ārif, t.t.
Ibnu ‘Āsyūr, Muhammad Thahir. Al-Taḥrīr wa al-Tanwīr. Tunis: Dār al-Tunisiyyah, t.t.
Ismail, dan Mokhamad Sukron. “Qur’anic Critique of Exploitative Anthropocentrism: Exegesis of Verses on Land and Nature in the Context of Raja Ampat Mining.” International Journal of Social Science and Religion (2025). https://doi.org/10.53639/ijssr.v6i2.337.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahannya. https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/30?from=40&to=60.
Muḥammad, M., M. Yaqin, F. Mahfud, dan F. Alahmadi. “Freedom that is Not Absolute: Ecological Ethics and Human-Nature Relationship in the Qur’an.” Studia Ecologiae et Bioethicae (2024). https://doi.org/10.21697/seb.5821.
Muqātil bin Sulaimān. Al-Wujūh wa al-Naẓā’ir fī al-Qur’ān al-‘Aẓīm. Baghdad: Maktabah al-Rusyd, 2011.
Rahman, R., Z. Alwi, I. Rahman, M. Darussamin, dan A. Syafii. “Socio-Eco-Religio-Cultural Approaches in Addressing Environmental Damage: An Interpretative Analysis Based on The Quran and Hadith.” Revista de Gestão Social e Ambiental (2024). https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n1-127.
Ridho, Muhammad Izul, Safrudin Edi Wibowo, dan Pujiono. “Relationships of Human, Religion and Nature in Yusuf Qardawi’s Perspective.” Islamuna: Jurnal Studi Islam 10, no. 1 (2023): 1–18. https://doi.org/10.19105/islamuna.v10i1.8723.
Shihab, M. Quraish. Tafsir al-Misbah. Cet. IV. Vol. 5 dan 11. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Sofyan, Muhammad Ilham, J. Arifin, dan S. Nadhiya. “Ecological Protection Reasoning in Exegesis of Qur’an Verse Al-A‘raf [7]: 56 in the Medieval Ages.” Religia (2024). https://doi.org/10.28918/religia.v27i1.8560.
Syamsuni. “Tafsir Ekologis di Era Krisis Iklim: Studi Pustaka atas Ayat-Ayat tentang Alam dalam Perspektif Tafsir Tematik.” IERJ 3, no. 3 (2025).
Rahim, Wahida, dan Achmad Abu Bakar. “Nilai-Nilai Ekologis dalam Al-Qur’an: Suatu Kajian Tafsir Tematik.” Diya’ al-Afkar 13, no. 2 (2025).
‘Abd al-Bāqī, Muhammad Fu’ād. Al-Mu‘jam al-Mufahras li Alfāẓ al-Qur’ān al-Karīm. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1364 H.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Abd Hamid, Muhammad Izul Ridho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
License
Qur'ania: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Tafsir is licensed under a Creative Commons Attribution- 4.0 International Public License (CC - BY 4.0).


