KONSEP KEADILAN DALAM SISTEM EKONOMI KAPITALISME, SOSIALISME, DAN ISLAM SERTA RELEVANSINYA TERHADAP KETIMPANGAN EKONOMI KONTEMPORER

Authors

  • Izza Natasya Alif Kurniawati UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Syukri Iska UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Tanto Dikdik Arisandi UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Zulfathurrahmah Zulfathurrahmah UIN Mahmud Yunus Batusangkar
  • Muhammad Naufal Fikriansyah National Graduate Institute for Policy Study

DOI:

https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2631

Keywords:

Keadilan Ekonomi; Kapitalisme; Sosialisme; Ekonomi Islam; Ketimpangan Ekonomi; Distribusi Kekayaan.

Abstract

Ketimpangan ekonomi masih menjadi persoalan kontemporer meskipun kemiskinan menurun, sehingga penilaian atas distribusi memerlukan prinsip keadilan yang eksplisit. Artikel ini bertujuan membandingkan konsep keadilan ekonomi dalam kapitalisme, sosialisme, dan ekonomi Islam serta menilai relevansinya terhadap ketimpangan ekonomi kontemporer dengan konteks Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kepustakaan komparatif dan analisis isi tematik terhadap karya teoretis klasik, artikel jurnal, serta data sekunder BPS dan BAZNAS, dengan empat dimensi analisis: landasan normatif, institusi dan mekanisme, dampak, dan kriteria evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa konsep keadilan tidak seragam di dalam masing-masing tradisi: kapitalisme berkisar dari keadilan prosedural libertarian hingga keadilan sebagai fairness, sosialisme menekankan kepemilikan sosial dan penghapusan eksploitasi, sedangkan ekonomi Islam memadukan hak milik dengan kewajiban redistributif melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Rasio Gini Indonesia sebesar 0,368 pada Maret 2026 dan tingkat kemiskinan 8,07 persen tidak dapat langsung dibaca sebagai putusan keadilan; relevansi setiap tradisi terletak pada kriteria penilaian dan arah kebijakannya. Penerapan prinsip distribusi Islam di Indonesia memiliki peluang kelembagaan, tetapi terkendala kesenjangan antara potensi dan realisasi zakat, literasi, dan koordinasi lembaga. Penelitian ini tidak menyimpulkan keunggulan satu sistem atas sistem lain.

References

Antara. (2024). Baznas bagikan kesuksesan penyaluran ZIS Indonesia di forum dunia. Antara News. Sumber berita Antara

Atkinson, A. B. (2015). Inequality: What can be done? Harvard University Press.

Azevedo, F., Jost, J. T., Rothmund, T., & Sterling, J. (2019). Neoliberal ideology and the justification of inequality in capitalist societies: Why social and economic dimensions of ideology are intertwined. Journal of Social Issues, 75(1), 49–88. DOI artikel Azevedo et al.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Barat. (n.d.). Dorong kesadaran sosial, BAZNAS RI ajak generasi milenial perkuat literasi zakat. Sumber BAZNAS Jawa Barat

Chapra, M. U. (1992). Islam and the economic challenge. The Islamic Foundation.

Chapra, M. U. (2000). The future of economics: An Islamic perspective. The Islamic Foundation.

DDTCNews. (2017). Menko Darmin: Datanya kok gawat benar. Sumber berita DDTCNews

Hayek, F. A. (1976). Law, legislation and liberty: Vol. 2. The mirage of social justice. University of Chicago Press.

Hunt, I. (2013). Marx and Rawls on the justice of capitalism: A possible synthesis? The Journal of Value Inquiry, 47(1–2), 49–65.

IDXChannel. (2026, August 5). Tingkat ketimpangan naik, BPS catat rasio Gini di 0,368. Sumber berita IDXChannel

Investortrust.id. (2025, March 27). BSI bank pembayar zakat terbesar di RI, serahkan Rp 787,5 miliar selama 4 tahun. Sumber berita Investortrust.id

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur'an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an.

Kontan.co.id. (2026, August 5). BPS mencatat jurang kaya dan miskin kembali melebar pada Maret 2026. Sumber berita Kontan.co.id

Kuran, T. (2004). Islam and Mammon: The economic predicaments of Islamism. Princeton University Press.

Marx, K. (1938). Critique of the Gotha programme. International Publishers. (Karya asli ditulis pada 1875).

Marx, K. (1990). Capital: A critique of political economy (Vol. 1, B. Fowkes, Trans.). Penguin Books. (Karya asli diterbitkan pada 1867).

Mulyany, R., & Furqani, H. (2019). Sharing prosperity: Distributive justice framework in an Islamic moral economy. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 23(2), 117–126. DOI artikel Mulyany dan Furqani

Ningsih, D. W., & Azzaki, M. A. (2025). Konsep distribusi kekayaan perspektif ekonomi syariah dalam upaya pemerataan kesejahteraan. An Nuqud: Journal of Islamic Economics, 4(1), 57–67. DOI artikel Ningsih dan Azzaki

Nozick, R. (1974). Anarchy, state, and utopia. Basic Books.

Okun, A. M. (1975). Equality and efficiency: The big tradeoff. Brookings Institution.

Piketty, T. (2014). Capital in the twenty-first century (A. Goldhammer, Trans.). Belknap Press of Harvard University Press. (Karya asli diterbitkan pada 2013).

Rahim, S. (2013). Distributive justice: A perspective from Islamic economics literature. Journal of Emerging Economies and Islamic Research, 1(3), 1–23. DOI artikel Rahim

Rawls, J. (1971). A theory of justice. Harvard University Press.

Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Republika. (2017, February 23). Ketimpangan ekonomi di Indonesia semakin melebar, ini buktinya. Sumber berita Republika

Roemer, J. E. (1996). Theories of distributive justice. Harvard University Press.

Sen, A. (1999). Development as freedom. Alfred A. Knopf.

Stiglitz, J. E. (2012). The price of inequality: How today's divided society endangers our future. W. W. Norton & Company.

Downloads

Published

2026-10-31

How to Cite

Natasya Alif Kurniawati, I., Iska , S., Dikdik Arisandi , T., Zulfathurrahmah , Z., & Naufal Fikriansyah , M. (2026). KONSEP KEADILAN DALAM SISTEM EKONOMI KAPITALISME, SOSIALISME, DAN ISLAM SERTA RELEVANSINYA TERHADAP KETIMPANGAN EKONOMI KONTEMPORER. Currency (Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah) , 5(1), 1840–1852. https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2631

Issue

Section

Articles

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.