Abstract
This article aims to analyze the effectiveness of implementing the Talking Stick learning model in creating a pleasant learning atmosphere in Grade VII of MTs Ma'arif NU 09 Kutawis Purbalingga. Conventional learning methods that tend to be teacher-centered often cause students to be passive and unmotivated. This qualitative research with a case study approach used data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The results showed that the Talking Stick model was effective in increasing student participation, building positive interactions, and creating a more lively classroom atmosphere. The implications of this study highlight the importance of innovation in learning methods to develop students' potential holistically.
References
- Ardiansyah, A. (2021). Penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa. Jurnal Pendidikan Inovatif, 5(2), 120–130.
- Djamarah, S. B. (2011). Psikologi belajar. Rineka Cipta.
- Fitri, R. (2019). Pengaruh model pembelajaran Talking Stick terhadap hasil belajar siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 10(1), 45–53.
- Hamalik, O. (2007). Proses belajar mengajar. Bumi Aksara.
- Hartono, R. (2018). Model pembelajaran aktif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 66–74.
- Hidayat, A. (2020). Implementasi pembelajaran aktif pada sekolah menengah. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8(2), 90–101.
- Huda, M. (2014). Model-model pengajaran dan pembelajaran. Pustaka Pelajar.
- Isjoni. (2009). Pembelajaran kooperatif: Meningkatkan kecerdasan komunikasi antar peserta didik. Pustaka Pelajar.
- Kunandar. (2013). Penilaian autentik (Penilaian hasil belajar peserta didik berdasarkan Kurikulum 2013). Rajawali Pers.
- Kusnendar. (2013). Penilaian autentik dalam pembelajaran berbasis kompetensi. Rajawali Pers.
- Lestari, D. (2019). Penerapan pembelajaran Talking Stick dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal PGMI, 6(1), 33–41.
- Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage.
- Moleong, L. J. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
- Muhibbin Syah. (2011). Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Remaja Rosdakarya.
- Permendikbud. (2016). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
- Purnomo, H. (2020). Strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(2), 140–150.
- Rahayu, S. (2019). Pengaruh pembelajaran Talking Stick terhadap keaktifan siswa sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 5(1), 77–85.
- Sanjaya, W. (2011). Strategi pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan. Kencana.
- Sardiman. (2014). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Rajawali Pers.
- Sari, N. (2018). Pembelajaran aktif dalam meningkatkan partisipasi siswa. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(2), 110–118.
- Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta.
- Slavin, R. E. (2005). Cooperative learning: Theory, research, and practice (2nd ed.). Allyn & Bacon.
- Sugiyono. (2018). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
- Suprijono, A. (2012). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
- Susanto, A. (2013). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Kencana.
- Trianto. (2011). Model pembelajaran terpadu. Bumi Aksara.
- Trianto. (2012). Mendesain model pembelajaran inovatif progresif. Kencana.
- Uno, H. B. (2009). Model pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Bumi Aksara.
- Wulansari, E. (2017). Penerapan model Talking Stick untuk meningkatkan keberanian siswa berbicara. Jurnal Pendidikan Guru SD, 6(2), 55–63.