Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer
Articles
Published: 23-01-2026

INTEGRATION OF LOCAL WISDOM IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT UPT SDN 21 BANGKALA, JENEPONTO REGENCY

Universitas Muhammadiyah Makassar
Universitas Muhammadiyah Makassar
Universitas Muhammadiyah Makassar
Local Wisdom, Indonesian Language Learning, Learning Planning, Learning Implementation

Abstract

This research aims to describe: (1) the integration of local wisdom in Indonesian learning planning at UPT SDN 21 Bangkala, Jeneponto Regency, (2) the implementation of local wisdom in the implementation of Indonesian language learning, and (3) the supporting and inhibiting factors in the integration of local wisdom in the learning. This study uses a qualitative approach with a descriptive type of research. The research subjects include classroom teachers and students, while data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation. Data is analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that: (1) at the planning stage, teachers have integrated elements of local wisdom through the selection of materials, learning objectives, and the preparation of activities relevant to regional culture, although it is still not completely systematic. (2) In the implementation stage, teachers apply local wisdom through the use of text examples, local folklore, contextual learning media, and discussions that raise students' cultural experiences. Students also show enthusiasm and active involvement when material is associated with the local culture. (3) Supporting factors for the integration of local wisdom include the availability of cultural resources in the surrounding environment, school support, and the proximity of students to the cultural context. The inhibiting factors include the limitation of teaching materials that contain local wisdom, the lack of teacher training, and the lack of optimal use of culture-based learning media. This study concludes that the integration of local wisdom in Indonesian learning at UPT SDN 21 Bangkala has been implemented, but it still needs to be strengthened in the aspects of planning and providing teaching materials so that the implementation of learning based on local wisdom can take place more optimally.

References

  1. Arifin, M. (2019). Metode Pembelajaran Interaktif Berbasis Budaya Lokal dalam Meningkatkan Keterampilan Menulis Siswa. Yogyakarta: Pustaka Akademika.
  2. Dewi, N. R. (2021). Integrasi Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar: Pendekatan Multikulturalisme. Jakarta: Pustaka Pendidikan.
  3. Farma Rahayu, M. I., Susanto, A. F., & Muliya, L. S. (2022). Kearifan lokal dalam pendidikan hukum lingkungan. Jurnal Litigasi, 23(2), 295.
  4. Gunawan, A. (2020). Model Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal dalam Meningkatkan Literasi Siswa. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  5. Handayani, T. (2022). Literasi Budaya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Kajian dan Implementasi. Jakarta: Gramedia Ilmu.
  6. Haryanto, T. (2019). Peran kearifan lokal dalam pendidikan karakter anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 10(2), 55–67.
  7. Ibrahim, R. (2022). Teori Konstruktivisme dalam Pendidikan: Implikasi dalam Pembelajaran Bahasa. Bandung: Rosda Karya.
  8. Lestari, M. (2023). Pendekatan contextual teaching and learning dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis budaya lokal. Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa, 15(1), 45–60.
  9. Maulana, R. (2021). Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
  10. Mitchell, T. (2003). Six Dimensions of Local Wisdom. New York: Academic Press.
  11. Mulyadi, B. (2020). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Implementasi dalam Kurikulum Sekolah Dasar. Surabaya: Pena Cendekia.
  12. Nasution, Z. (2022). Pengaruh media pembelajaran berbasis kearifan lokal terhadap pemahaman siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 18(3), 78–92.
  13. Nugroho, P. (2023). Kearifan lokal dalam sastra lisan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia. Jurnal Sastra dan Budaya, 19(1), 88–102.
  14. Priyanto, H. (2021). Peran Guru dalam Mengembangkan Pembelajaran Berbasis Budaya di Sekolah Dasar. Semarang: Penerbit Widya Utama.
  15. Rahmawati, D., & Kurniawan, B. (2021). Pembelajaran Inovatif Berbasis Kearifan Lokal: Teori dan Praktik. Bandung: Pustaka Edukasi.
  16. Santoso, R. (2019). Integrasi nilai budaya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Nasional, 14(4), 112–126.
  17. Saputra, E. (2022). Integrasi budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya membangun karakter siswa. Jurnal Linguistik Terapan, 17(1), 33–47.
  18. Sutrisno, A. (2020). Pembelajaran berbasis budaya lokal: Model dan implementasinya di sekolah menengah. Jurnal Pendidikan Nusantara, 15(3), 120–135.
  19. Suyono, & Hariyanto. (2023). Teori Belajar dan Pembelajaran: Aplikasi dalam Pendidikan Bahasa Indonesia. Malang: Universitas Negeri Malang Press.
  20. Syariffudin. (2021). Buku Ajar Kearifan Lokal Daerah Sumatera Selatan. Palembang: Bening Media Publishing.
  21. Wibowo, H. (2023). Peran teknologi dalam mendukung integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Pendidikan Digital, 8(2), 56–72.
  22. Winarno, F. G. (2021). Pengetahuan Kearifan Lokal: Pangan dan Kesehatan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
  23. Yulianti, S. (2020). Strategi pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan kompetensi literasi siswa. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 12(2), 89–105.

How to Cite

Marniati, M., M. Agus, M. A., & Bahri, A. (2026). INTEGRATION OF LOCAL WISDOM IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING AT UPT SDN 21 BANGKALA, JENEPONTO REGENCY. Jurnal Konseling Pendidikan Islam, 7(1), 519–528. https://doi.org/10.32806/jkpi.v7i1.1286