KONSEP FINTECH LENDING BERBASIS AKAD QARDHUL HASAN UNTUK UMKM: SOLUSI ALTERNATIF ATAS PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH

Authors

  • Fitra Yuli Institut Islam Ma’arif Jambi
  • Faisal Ahmadi Institut Islam Ma’arif Jambi
  • Muhammad Adi Satria Institut Islam Ma’arif Jambi

DOI:

https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2335

Keywords:

Qardul Hasan, Fintech Syariah, Fiqh Muamalah, Pinjaman Online, UMKM.

Abstract

Maraknya pinjaman online ilegal di Indonesia, dengan ribuan entitas dihentikan Otoritas Jasa Keuangan setiap tahun namun terus bermunculan kembali, menunjukkan bahwa pendekatan represif belum menjangkau akar masalah, yakni kebutuhan pembiayaan cepat yang tidak terlayani sistem keuangan formal, sementara fintech syariah yang berkembang justru masih didominasi akad tijarah yang tetap membebankan margin. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi akad Qardhul Hasan menurut fiqh muamalah dan kelayakannya diadaptasi ke dalam desain fintech lending digital, merumuskan model keberlanjutannya, serta menguji kesesuaiannya dengan kerangka regulasi sebagai solusi alternatif atas pinjaman online ilegal. Penelitian menggunakan metode hukum normatif berbasis studi kepustakaan, dengan pendekatan konseptual dan perundang-undangan, menelaah bahan hukum primer berupa Fatwa DSN-MUI dan regulasi OJK, serta bahan hukum sekunder berupa artikel ilmiah nasional dan internasional terbitan 2020-2025, dianalisis melalui analisis isi dan penalaran normatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qardhul Hasan kompatibel secara fiqhiyah dan telah teruji secara operasional pada preseden internasional, namun keberlanjutannya menuntut integrasi kelembagaan dengan dana ZISWAF, bukan logika profitabilitas mandiri, sementara kerangka regulasi domestik belum secara spesifik mengakomodasi karakter akad tabarru' dalam ekosistem fintech. Penelitian menyimpulkan bahwa fintech Qardhul Hasan berpotensi menjadi solusi struktural atas pinjaman online ilegal, dengan rekomendasi penguatan regulasi teknis, kemitraan kelembagaan dengan lembaga ZISWAF, dan penguatan literasi keuangan syariah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan fiqh muamalah kontemporer di ranah fintech sekaligus pijakan empiris bagi inovasi kebijakan pembiayaan syariah yang inklusif.

References

Aderemi, A. M. R., & Ishak, M. S. I. (2020). Adopting Qard Al-Hasan and Mudarabah crowdfunding for micro enterprise. International Journal of Islamic Economics and Finance Research, 3(2), 26–38. https://doi.org/10.53840/ijiefer40

Aderemi, A. M. R., & Ishak, M. S. I. (2023). Qard Hasan as a feasible Islamic financial instrument for crowdfunding: Its potential and possible application for financing micro-enterprises in Malaysia. Qualitative Research in Financial Markets, 15(1), 58–76. https://doi.org/10.1108/QRFM-08-2021-0145

Antonio, M. S. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Gema Insani.

Arini, A. D. (2024). Legal literature review of peer to peer lending in Indonesia: Building sharia fintech ecosystem. Az-Zarqa’: Jurnal Hukum Bisnis Islam, 16(1), 36–57. https://doi.org/10.14421/trzf5c05

Ascarya. (2011). Akad dan Produk Bank Syariah. PT RajaGrafindo Persada.

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2001). Fatwa DSN-MUI No. 19/DSN-MUI/IV/2001 tentang Al-Qardh.

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. (2018). Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Layanan Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi Berdasarkan Prinsip Syariah.

DinarStandard & Elipses. (2026). Global Islamic Fintech (GIFT) Report 2025/26. DinarStandard. https://www.dinarstandard.com/insights/global-islamic-fintech-(gift)-report-2025-26

Fithria, A. (2022). Exploring the application of sharia contracts on Islamic fintech peer-to-peer lending in Indonesia. Al-Hikmah: International Journal of Islamic Studies and Human Sciences, 5(6), 31–56. https://doi.org/10.46722/hikmah.v5i6.327

Hanafi, A., & Sahlan, A. (2023). Optimalisasi wakaf produktif dalam pembangunan ekonomi umat: Perspektif maqashid syariah. Journal of Islamic Philanthropy and Empowerment, 2(2), 112–127. https://doi.org/10.31294/jipe.v2i2.38290

Hanif, M. A., & Santosa, P. B. (2023). TAM construct, trust, and religiosity for decision of Muslim lenders to use funding services on sharia peer-to-peer lending platforms. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 10(2), 151–168. https://doi.org/10.20473/vol10iss20232pH151-168

Hariyanto, H., & Nafi’ah, B. (2022). Pengaruh aktivitas lembaga keuangan syariah terhadap pertumbuhan pembiayaan UMKM. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(1), 945–954. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i1.3780

Haroen, N. (2007). Fiqh Muamalah. Gaya Media Pratama.

Hidayah, N., & Nawirah, N. (2020). Analisis perlakuan akuntansi pembiayaan Qordhul Hasan berdasarkan PSAK No. 59 dan PSAK No. 101. Jurnal Ekonomi Akuntansi dan Manajemen, 19(2), 168–180. https://doi.org/10.19184/jeam.v19i2.17700

Huda, M., & Saputri, A. N. (2020). Literasi keuangan digital dan kepercayaan terhadap fintech syariah: Studi pada mahasiswa perguruan tinggi Islam. Jurnal Ekonomi Islam Indonesia, 10(2), 85–98. https://doi.org/10.15408/jeii.v10i2.18540

Ibrahim, S. S. (2023). Potential blockchain applications in waqf for sustainability: A Middle East and Asia perspective. Islamiyyat, 45(2), 47–64. https://doi.org/10.17576/islamiyyat-2023-4502-04

Ismahani, N., Pospos, A. F. W., & Maulana, Z. (2025). Keuangan syariah bertransformasi: Literasi dan inklusi digital untuk memerangi jebakan pinjaman online ilegal. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, 13(1), 51–66. https://doi.org/10.61111/jakis.v13i1.875

Jannah, M., Agustin, F. A., & Chasanah, L. (2024). Analisis kesiapan sumber daya manusia lembaga keuangan syariah dalam menghadapi transformasi digital. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 11(1), 85–100. https://doi.org/10.20473/vol11iss1art7

Karim, A. A. (2004). Bank Islam: Analisis Fiqih dan Keuangan (Edisi Ketiga). PT RajaGrafindo Persada.

Khairunnisa, D. A. & Nofrianto. (2023). Pembiayaan dan keuangan syariah: Menopang UMKM dalam fase pemulihan ekonomi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 9(3), 3985–3992.

Maisyarah, A., & Hadi, K. (2024). Implementasi model pengelolaan wakaf berbasis digital dalam meningkatkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(1), 887. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i1.12079

Mohamed, H. A., & Otake, T. (2025). The role of Islamic FinTech in digital financial inclusion and sustainable development post covid-19: Cross-country analysis. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 18(3), 649–671. https://doi.org/10.1108/IMEFM-02-2024-0100

Muneer, F., & Khan, F. (2019). Qard-Al-Hassan as a tool for poverty alleviation: A case of Fael Khair Waqf program in Bangladesh. Journal of Islamic Monetary Economics and Finance, 5(4), 829–848. https://doi.org/10.21098/jimf.v5i4.1100

Muryanto, Y. T. (2023). The urgency of sharia compliance regulations for Islamic fintechs: A comparative study of Indonesia, Malaysia and the United Kingdom. Journal of Financial Crime, 30(5), 1264–1278. https://doi.org/10.1108/JFC-05-2022-0099

Musjtari, D. N., Roro, F. S. R., & Setyowati, R. (2022). Islamic H2P lending as an alternative solution for the unfair conventional platform in Indonesia. UUM Journal of Legal Studies, 13(1), 21–43. https://doi.org/10.32890/uumjls2022.13.1.2

Noor, A., Wulandari, D., & Afif, A. M. (2023). Regulating fintech lending in Indonesia: A study of regulation of Financial Services Authority No. 10/POJK.05/2022. Qubahan Academic Journal, 3(4), 42–50.

Nur’aini, N., Selasi, D., Pratama, G., & Ridwan, M. (2023). Peran literasi fintech syariah terhadap kasus pinjaman online legal maupun ilegal. Al-Urban: Jurnal Ekonomi Syariah dan Filantropi Islam, 7(2), 123–142. https://doi.org/10.22236/alurban

Puspitasari, S., Mahri, A. J. W., & Utami, S. A. (2020). Indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia tahun 2015-2018. Amwaluna: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah, 4(1), 15–31. https://doi.org/10.29313/amwaluna.v4i1.5094

Ramadhan, M. F., & Sukmana, R. (2019). Peran Bank Wakaf Mikro dalam penguatan modal dan pemberdayaan usaha mikro di Surabaya. Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan, 6(11), 2172–2184. https://doi.org/10.20473/vol6iss201911pH2172-2184

Ridwan, M., Riyanto, O. S., Yatini, Y., Jayadi, U., & Ilham, R. N. (2022). Approaches in legal research: An introduction about study analysis western law and Islamic law. Proceedings of the 6th Batusangkar International Conference. https://doi.org/10.4108/eai.11-10-2021.2319623

Safitri, R., & Asnita, D. (2023). Analisis hukum syariah terhadap bisnis fintech peer-to-peer lending menurut pandangan Islam. AL-BAY’: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1).

Sari, Y. (2023). Sharia e-commerce in Indonesia: Sharia peer to peer lending. Review of Islamic Social Finance and Entrepreneurship, 2(1), 90–102. https://doi.org/10.20885/RISFE.vol2.iss1.art7

Shikur, A. A., & Akkas, E. (2024). Islamic microfinance services: A catalyst for poverty reduction in eastern Ethiopia. International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 17(4), 770–788.

Syahputra, H., & Kurniawan, R. (2023). Analisis regulasi fintech syariah: Tinjauan terhadap tantangan dan peluang di era digital. Journal of Islamic Finance and Banking, 6(2), 102–118. https://doi.org/10.32678/jifb.v6i2.32901

Tarmizi, E. (2017). Harta Haram Muamalat Kontemporer. Berkat Mulia Insani.

Zainal, M., & Fadhilah, R. (2022). Literasi keuangan syariah digital dan dampaknya terhadap inklusi keuangan. Islamic Economics Journal, 14(1), 55–72. https://doi.org/10.18592/iej.v14i1.28345

Zulfa, M. H. (2025). Peran financial technology syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan UMKM berbasis syariah di Indonesia. JEPP: Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Pariwisata, 5(1), 36–41. https://doi.org/10.52300/jepp.v5i1.20311

Zustika, A. F., Widiastuti, T., & Bonang, D. (2025). Implementation of multi-akad structures in sharia peer-to-peer lending platforms. Istinbath: Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam, 24(1), 83–96. https://doi.org/10.20414/ijhi.v24i1.913

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Yuli, F., Ahmadi, F., & Adi Satria, M. (2026). KONSEP FINTECH LENDING BERBASIS AKAD QARDHUL HASAN UNTUK UMKM: SOLUSI ALTERNATIF ATAS PRAKTIK PINJAMAN ONLINE ILEGAL DALAM PERSPEKTIF FIQH MUAMALAH. Currency (Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah), 5(1), 1339–1356. https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2335

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.