STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA BERSERTIFIKASI HALAL DALAM MENCAPAI KELAYAKAN USAHA: ANALISIS EKONOMI ISLAMM DENGAN KUALITATIF DESKRIPTIF

Authors

  • Nurul Hasanah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Cory Vidiati Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon
  • Ahmad Munajim Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2089

Keywords:

Pedagang Kaki Lima; Sertifikasi halal; Kelayakan usaha; Ekonomi Islam; UMKM.

Abstract

Pedagang kaki lima (PKL) merupakan pelaku usaha sektor informal yang berkontribusi besar terhadap perekonomian masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, namun sering menghadapi tantangan dalam keberlangsungan usaha, kepercayaan konsumen, dan akses pasar yang lebih luas. Sertifikasi halal hadir sebagai instrumen strategis yang berpotensi meningkatkan daya saing dan keberlangsungan usaha PKL, terutama dalam masyarakat mayoritas Muslim di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagang kaki lima bersertifikasi halal dalam mencapai kelayakan usaha dari perspektif ekonomi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap pedagang kaki lima bersertifikasi halal, konsumen, dan pihak terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan landasan prinsip ekonomi Islam seperti sidiq, amanah, istiqamah, dan maslahah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang kaki lima bersertifikasi halal menerapkan strategi utama pada tiga aspek, yaitu produksi berbasis halal dan thayyib, pemasaran melalui label halal sebagai pembeda dan pembangun kepercayaan, serta manajemen bisnis yang berorientasi pada keadilan, barakah, dan keberlanjutan usaha. Sertifikasi halal terbukti meningkatkan pendapatan, memperluas pasar, memperkuat legitimasi usaha, serta meningkatkan loyalitas konsumen. Dalam perspektif ekonomi Islam, kelayakan usaha ditentukan bukan hanya dari sisi finansial, melainkan juga dari dimensi spiritual, sosial, dan etika yang membentuk konsep falah.

References

Al Farisi, M. S., & Fasa, M. I. (2022). Peran sektor informal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pedagang kaki lima. Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia, 12(2), 145–158. https://doi.org/10.21927/jesi.2022.12(2).145-158

Al Farisi, S., & Fasa, M. I. (2022). Peran UMKM (usaha mikro kecil menengah) dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Dinamika Ekonomi Syariah, 9(1), 73–84. https://doi.org/10.53429/jdes.v9i1.307

Camelia, I., Achmad, L. I., Ainulyaqin, M. H., & Edy, S. (2024). Analisis peran sertifikasi halal pada bisnis UMKM Kabupaten Bekasi. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 10(2), 1474–1484. https://doi.org/10.29040/jiei.v10i2.12857

Camelia, R., Putri, N. A., & Hidayat, T. (2024). The impact of halal certification on consumer trust and MSMEs business performance in Indonesia. Journal of Islamic Marketing, 15(3), 721–739. https://doi.org/10.1108/JIMA-08-2022-0256

Chapra, M. U. (1992). Islam and the economic challenge. International Institute of Islamic Thought (IIIT).

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Destari, M., Avivah, N. N., Purwanti, S. D., & Raharja, M. C. (2025). Peran sertifikat halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen Home Industry Oishi Cake’s Purwokerto. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(11).

Fauzi, A. (2023). Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam dalam pengembangan usaha mikro dan kecil. Jurnal Ekonomi Islam, 14(1), 35–49.

Fauzi, M. A. (2023). Consumer purchase of halal certified product: A quantitative systematic literature review. Journal of Islamic Marketing, 14(6), 1397–1416. https://doi.org/10.1108/JIMA-10-2021-0324

Furqani, H., & Haneef, M. A. (2023). Configuring problems of economics in Islamic perspective: Moral nexus, realities and its unification. International Journal of Ethics and Systems, 39(4), 875–891. https://doi.org/10.1108/IJOES-09-2022-0213

Hanum, F., Yana, S., & Mauliza, P. (2024). Pemberdayaan masyarakat pedagang kaki lima dalam meningkatkan perekonomian. Mega Press Nusantara.

Kartika, D. (2025). Tantangan dan strategi pengembangan pedagang kaki lima di era ekonomi digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 20(1), 88–103.

Kartika, L. (2025). Pengaruh literasi halal, kesadaran halal (halal awareness), religiusitas terhadap keputusan penerbitan sertifikasi halal pada UMKM dengan kemudahan sebagai variabel moderasi [Skripsi, IAIN Palopo].

Kasmir, & Jakfar. (2022). Studi kelayakan bisnis (Edisi revisi). Kencana.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun 2023. BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) tahun 2023. BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia.

Komariah, K. (2022). Peran kewirausahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat UMKM menurut perspektif ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 3703–3711. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i3.6803

Komariah, N. (2022). Kewirausahaan Islam dan pencapaian falah dalam pengembangan UMKM syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8(3), 2891–2901. https://doi.org/10.29040/jiei.v8i3.6542

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyono, A., & Hidayat, Y. R. (2022). Implementasi kebijakan sertifikasi halal di Indonesia. Res Publica: Journal of Social Policy Issues, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.31258/respublica.1.1.1-10

Nadira, E. B. (2025). Implementasi halal tourism dalam meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM skala mikro dan kecil berbasis kearifan lokal di Tulang Bawang Barat [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].

Novita Safitri, N., & Sari, S. (2025). Peran studi kelayakan bisnis dalam upaya pengembangan produk usaha (Studi kasus pada Unggul Taman).

Prakoso, A. T., Kambali, M., & Mardyanto, E. (2026). The influence of halal certification on consumer trust: Evidence from food and beverage MSMEs at Kotabaru Culinary Center, Driyorejo Gresik. Al Iqtishod: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Ekonomi Islam, 14(1), 46–59. https://doi.org/10.37812/aliqtishod.v14i1.1124

Saima, S. U., & Firdaus, R. B. R. (2024). Challenges and ways forward for the Malaysian SMEs in the halal food industry: A systematic review. Potravinarstvo Slovak Journal of Food Sciences, 18, 421–435. https://doi.org/10.5219/1964

Salsa, A. R. (2026). Pengaruh labelisasi halal, religiusitas, selera dan harga terhadap keputusan pembelian produk mie instan Korea dalam perspektif bisnis Islam (Studi pada masyarakat Muslim di Bandar Lampung) [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].

Sugiyono. (2023). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. (2014). Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Yusuf, M., & Bahari, Z. (2023). Halal entrepreneurship and business sustainability in Islamic economic perspective. International Journal of Ethics and Systems, 39(4), 589–604. https://doi.org/10.1108/IJOES-04-2022-0089

Zainuddin, M., & Rahman, A. (2024). Halalan thayyiban concept and its implementation in halal micro business development. Journal of Islamic Economics and Business Research, 4(2), 112–126. https://doi.org/10.18196/jiebr.v4i2.21456

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Hasanah, N., Vidiati, C., & Munajim, A. (2026). STRATEGI PEDAGANG KAKI LIMA BERSERTIFIKASI HALAL DALAM MENCAPAI KELAYAKAN USAHA: ANALISIS EKONOMI ISLAMM DENGAN KUALITATIF DESKRIPTIF. Currency (Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah), 5(1), 564–577. https://doi.org/10.32806/currency.v5i1.2089

Similar Articles

<< < 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.

Most read articles by the same author(s)